Langsung ke konten utama

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

Selasa, 03 Juni 2025

Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a

 

 

 

DOA YESUS UNTUK DUNIA

Alb Irawan Dwiatmaja

Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Asahan

 

Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan sebagai martir di Uganda, Afrika. Santo Lwanga dan kawan-kawan harus mengahadapi kekejaman raja Muanga. Raja Muanga merupakan raja yang bejat karena ia memiliki kelainan seks yaitu memuaskan nafsu dengan anak laki-laki. Santo Lwanga mengingatkan kawan-kawannya untuk tidak terjebak dengan bujukan raja Muanga. Raja Muanga mengetahui kalau Santo Lwanga menjadi inspirator pada anak laki-laki untuk tidak terbuai dengan bujukannya. Raha Muanga marah dan ingin membunuh Santo Lwangan dan semua anak laki-laki. Raja Muanga juga tahu kalau Santo Lwanga beragama Kristen. Santo Lwanga mengajak kawan-kawannya untuk tidak gentar pada Raja Muangan sehingga pada akhirnya mereka dibunuh dengan kejam oleh raja Muanga. Santo Lwanga dan kawan-kawan mengalami penderitaan saat mempertahankan iman di Uganda, Afrika.

Melalui Injil hari ini, setidaknya kita dapat mendapat dua pesan bermakna. Pertama, Yesus memuliakan Allah di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Allah berikan kepada-Nya untuk dilakukan. Dalam pengertian dasar ini, Yesus memuliakan Allah melalui ketaatan-Nya pada perintah-perintah Allah. Selama pelayanan-Nya di depan umum, Yesus mengajarkan apa yang Allah ingin Ia ajarkan, melakukan penyembuhan dan pekerjaan-pekerjaan lain yang Allah ingin Ia lakukan. Yesus memuliakan Allah dengan menyatakan kuasa Allah. Yesus membuat kuasa ilahi terlihat melalui tanda-tanda ajaib yang Ia lakukan. Pada awal pelayanan-Nya, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dengan mengubah air menjadi anggur di Kana dan pada akhir pelayanan-Nya, Ia menyatakan kemuliaan Allah dengan membangkitkan Lazarus yang sudah mati.

Kedua, para pemimpin zaman itu menantang kebenaran yang tidak hanya menyingkap kejahatan, tetapi juga menawarkan jalan alternatif untuk hidup dan memerintah dunia seperti yang tampak pada peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus. Namun, kebenaran itu tampak dalam diri Yesus yang merupakan inkarnasi Allah menjadi manusia. Keadilan, belas kasihan, dan kesetaraan sangat bertentangan dengan kejahatan. Yesus ingin para murid dan komunitas yang terbentuk telindung dari kejahatan. Yesus berdoa untuk orang-orang yang dikasihinya, khususnya memohon agar mereka bersatu. Doa Yesus merupakan permohonan yang tulus untuk meminta bantuan yang dibutuhkan orang-orang yang dikasihinya saat itu. Doa Yesus muncul dari pengalaman pribadi-Nya sebagai seorang manusia. Doa tersebut didasarkan pada konteks yang berbasis pada pengalaman. Doa Yesus meneguhkan para murid dan komunitas yang terbentuk untuk kuat menghadapi tantangan kejahatan yang akan terjadi. Melalui doa, Yesus menunjukkan bahwa Ia tidak akan selamanya bersama dengan mereka. Yesus ingin mereka melanjutkan misi yang telah dimulai.

Semoga kemuliaan Allah yang dinyatakan oleh Yesus menjadi tanda bagi kita bahwa Allah senantiasa menyertai kita dalam segala pergumulan hidup seperti yang dialami oleh Santo Karolus Lwanga dan doa Yesus menjadi kekuatan kita untuk tetap bersatu dan tetap kuat di tengah segala gejolak yang terjadi baik pada diri kita sendiri, maupun dalam keluarga, dan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAAMA KATOLIK Rabu, 04 Juni 2025 Yoh 17: 11b-19 MENYATU Tri Sujarwadi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Deli Serdang               Dalam sebuah perkawinan tak jarang dijumpai komentar yang meyatakan bahwa “bapak (suami) ini mirip sekali dengan ibu (isteri)”, atau komentar yang sejenis “wajah suami-isteri itu mirip”. Bahkan tak jarang kita dapai ada bahasa atau isyarat khusus di antara suami-isteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh “batuk 3 kali” yang dilakukan seorang isteri atau suami sebagai isyarat tertentu, misalnya agar pembicaraan tentang sesuatu hal kepada orang lain tidak usah diperpanjang, dll. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena di antara mereka telah terbangun kesatuan, kesamaan. Mereka semakin se-hati, se-pikir, se-perasaan, se-ia, se-kata. Singkatnya mereka “menyatu”.   Ketika sungguh menyatu, maka masing-masing akan tahu apa keinginan pasanga...
  POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Senin, 16 Juni 2025 Bacaan injil : (Matius 5:38-42)       TENTANG   MENEKANKAN BAGAIMANA YESUS MEMANGGIL KITA UNTUK MELAMPAUI HUKUM PEMBALASAN DAN HIDUP DALAM KASIH TANPA SYARAT. Sabar Martua Simaramata ( Penyuluh Agama Katolik Kota Binjai)             Dalam khotabh dibukit, Yesus berkata, “kamu telah mendengar yang difirmankan : mata Ganti mata dan gigi Ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu.siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak yang mau meminjam darimu.             Nasihat berbunyi kesempatan yang baik ...