Langsung ke konten utama

 


POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

Senin, 16 Juni 2025

Bacaan injil : (Matius 5:38-42)

 

 

 

TENTANG 

MENEKANKAN BAGAIMANA YESUS MEMANGGIL KITA UNTUK MELAMPAUI HUKUM PEMBALASAN DAN HIDUP DALAM KASIH TANPA SYARAT.

Sabar Martua Simaramata

(Penyuluh Agama Katolik Kota Binjai)

            Dalam khotabh dibukit, Yesus berkata, “kamu telah mendengar yang difirmankan : mata Ganti mata dan gigi Ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu.siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak yang mau meminjam darimu.

            Nasihat berbunyi kesempatan yang baik tidak datang dua kali kata-kata ini mengajarkan kita untuk menghargai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan kepada kita. Artinya, Ketika kita mendapat peluang baik daalam hidup, baik itu dalam karier, hubungan, atau pengembangan diri, kita sebaiknya tidak mennyia-nyiakannya. Paulus, dalam suratnya kepada umat dikorintus, menekankan pentinganya bertobat dan melayanni Tuhan dengan tekun tanpa melewatkan kesempatan baik yang diberikan kepada kita. Ia berkata “sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu: sesungguhny, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

            Tidak hanya kesempatan yang baik, penderitaan dan tantangan pasti juga akan menghampiri kita. Namun kita yakin bahwa Tuhan memberi kita kekuatan dan kesabaran untuk bertahan. Ketekunan dan ketahanan ini menungkinkan kita untuk terus melayani dan berbuat baik meskipun menghadapi kesulitan. Yesus mengajarkan tentang kekuatan cinta dan mengasihi tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan. Mengasihi dan tidak melukai adalah inti dari ajaran Yesus. Mengikuti ajaran Yesus ini berarti kita harus siap untuk menjadi berbeda dari dunia, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan dan pelayanan mengikuti teladan Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita .

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAAMA KATOLIK Rabu, 04 Juni 2025 Yoh 17: 11b-19 MENYATU Tri Sujarwadi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Deli Serdang               Dalam sebuah perkawinan tak jarang dijumpai komentar yang meyatakan bahwa “bapak (suami) ini mirip sekali dengan ibu (isteri)”, atau komentar yang sejenis “wajah suami-isteri itu mirip”. Bahkan tak jarang kita dapai ada bahasa atau isyarat khusus di antara suami-isteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh “batuk 3 kali” yang dilakukan seorang isteri atau suami sebagai isyarat tertentu, misalnya agar pembicaraan tentang sesuatu hal kepada orang lain tidak usah diperpanjang, dll. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena di antara mereka telah terbangun kesatuan, kesamaan. Mereka semakin se-hati, se-pikir, se-perasaan, se-ia, se-kata. Singkatnya mereka “menyatu”.   Ketika sungguh menyatu, maka masing-masing akan tahu apa keinginan pasanga...
POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Selasa, 03 Juni 2025 Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a       DOA YESUS UNTUK DUNIA Alb Irawan Dwiatmaja Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Asahan   Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan sebagai martir di Uganda, Afrika. Santo Lwanga dan kawan-kawan harus mengahadapi kekejaman raja Muanga. Raja Muanga merupakan raja yang bejat karena ia memiliki kelainan seks yaitu memuaskan nafsu dengan anak laki-laki. Santo Lwanga mengingatkan kawan-kawannya untuk tidak terjebak dengan bujukan raja Muanga. Raja Muanga mengetahui kalau Santo Lwanga menjadi inspirator pada anak laki-laki untuk tidak terbuai dengan bujukannya. Raha Muanga marah dan ingin membunuh Santo Lwangan dan semua anak laki-laki. Raja Muanga juga tahu kalau Santo Lwanga beragama Kristen. Santo Lwanga mengajak kawan-kawannya untuk tidak gentar pada Raja Muangan sehingga pada akhirnya mereka dibunuh dengan kejam ...