Langsung ke konten utama
Pematangsiantar (Humas). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM diwakili oleh Pembimbing Masyarakat Katolik Marihuttua Pasaribu, S. Ag, M.Si. membuka kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Katolik Non PNS dan PPPK di Siantar Hotel,(13/03). Turut hadir Penyelenggara Bimas Katolik kota Pematangsiantar, Alismer Sinaga, S.Ag dan Narasumber oleh Dobes Tamba, M.Pd. Kementerian Agama selalu memperioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan agama salah suatunya dengan mengajak , membina , serta menguatkan perilaku perilaku moderat di kalangan masyarakat diantaranya Tokoh Agama, Guru Pendidikan Agama , juga kepada Penyuluh Agama . Pembimas Katolik mengatakan bahwa penyuluh agama adalah orang yang terdepan menyampaikan program program strategis pemerintah dalam hal moderasi beragama di Masyarakat . Penyuluh Agama adalah orang yang dipangggil untuk melihat agar orang mampu melihat , artinya orang yang membantu orang lain agar dapat melihat sebgai suluh terhadap informasi, pesan , dan nasihat kepada umat Katolik. Terkai hal tesebut bagaimana seorang Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan kepada umat katolik, khusus nya menyampaikan pesan pesan moderasi kepada umat katolik dan masyarakat umum, maka salah satu program Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah mengadakan kegiatan pembekalan mental dan pengetahuan. Kegiatan “ Penguatan moderasi Beragama Penyuluh Agama Katolik NON PNS dan PPPK Angakata II (Dua)”. Adapun yang menjadi peserta dalam kegiatan ini yakni Penyuluh Agama Katolik dari Kabupaten Deliserdang, Langkat, Batubara, Labuhan Batu Utara , Labuhan Batu , Pakphak Bharat , Tapanuli Utara, dari Kota Medan , Pematangsiantar Tanjung Balai, Tebing Tinggi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAAMA KATOLIK Rabu, 04 Juni 2025 Yoh 17: 11b-19 MENYATU Tri Sujarwadi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Deli Serdang               Dalam sebuah perkawinan tak jarang dijumpai komentar yang meyatakan bahwa “bapak (suami) ini mirip sekali dengan ibu (isteri)”, atau komentar yang sejenis “wajah suami-isteri itu mirip”. Bahkan tak jarang kita dapai ada bahasa atau isyarat khusus di antara suami-isteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh “batuk 3 kali” yang dilakukan seorang isteri atau suami sebagai isyarat tertentu, misalnya agar pembicaraan tentang sesuatu hal kepada orang lain tidak usah diperpanjang, dll. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena di antara mereka telah terbangun kesatuan, kesamaan. Mereka semakin se-hati, se-pikir, se-perasaan, se-ia, se-kata. Singkatnya mereka “menyatu”.   Ketika sungguh menyatu, maka masing-masing akan tahu apa keinginan pasanga...
POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Selasa, 03 Juni 2025 Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a       DOA YESUS UNTUK DUNIA Alb Irawan Dwiatmaja Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Asahan   Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan sebagai martir di Uganda, Afrika. Santo Lwanga dan kawan-kawan harus mengahadapi kekejaman raja Muanga. Raja Muanga merupakan raja yang bejat karena ia memiliki kelainan seks yaitu memuaskan nafsu dengan anak laki-laki. Santo Lwanga mengingatkan kawan-kawannya untuk tidak terjebak dengan bujukan raja Muanga. Raja Muanga mengetahui kalau Santo Lwanga menjadi inspirator pada anak laki-laki untuk tidak terbuai dengan bujukannya. Raha Muanga marah dan ingin membunuh Santo Lwangan dan semua anak laki-laki. Raja Muanga juga tahu kalau Santo Lwanga beragama Kristen. Santo Lwanga mengajak kawan-kawannya untuk tidak gentar pada Raja Muangan sehingga pada akhirnya mereka dibunuh dengan kejam ...
  POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Senin, 16 Juni 2025 Bacaan injil : (Matius 5:38-42)       TENTANG   MENEKANKAN BAGAIMANA YESUS MEMANGGIL KITA UNTUK MELAMPAUI HUKUM PEMBALASAN DAN HIDUP DALAM KASIH TANPA SYARAT. Sabar Martua Simaramata ( Penyuluh Agama Katolik Kota Binjai)             Dalam khotabh dibukit, Yesus berkata, “kamu telah mendengar yang difirmankan : mata Ganti mata dan gigi Ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu.siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak yang mau meminjam darimu.             Nasihat berbunyi kesempatan yang baik ...