Langsung ke konten utama
PematangSiantar (Humas). Pembimbing Masyarakat Katolik mengadakan kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Penyuluh Agama Katolik Non PNS dan PPPK Angkatan Pertama yang diselenggarakan di Siantar Hotel Kota Pematang Siantar Guna guna meningkatkan sikap yang moderat untuk setiap individu Penyuluh Agama Katolik pada Senin (4/3). Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Marihuttua Pasaribu,S.Ag,M.Si membuka kegiatan ini secara resmi “Penyuluh Agama Katolik harus mengetahui Kebijakan Paroki serta harus ambil bagian didalam Program Paroki agar penyuluh juga mendapat perhatian dari pihak Paroki, begitu seharusnya berkarya sebagai ujung tombak dari Kementerian Agama sehingga diharapkan setiap Penyuluh menjadi pribadi yang dirindukan oleh setiap unsur Masyarakat.” ungkap Pembimas. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini juga merupakan sebagai wadah diskusi mengenai nilai-nilai moderasi kepada beberapa penyuluh agama Katolik yang hadir sebagai peserta dari daerah kabupaten/kota yang ada di wilayah Keuskupan Agung Medan sehingga nantinya dapat mengamalkan atau bahkan menyampaikan nilai-nilai moderasi itu sendiri saat kembali bekerja di tempatnya masing-masing. Tak lupa Pembimas juga mengimbau kepada tiap peserta agar serius dan bersikap aktif dalam mengikuti dan mencermati materi yang disampaikan oleh setiap narasumber. Seluruh Peserta Yang hadir dalam Kegiatan ini terlihat begitu antusias dan semangat serta juga berharap kegiatan ini semacam ini dapat terus berlanjut kedepannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAAMA KATOLIK Rabu, 04 Juni 2025 Yoh 17: 11b-19 MENYATU Tri Sujarwadi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Deli Serdang               Dalam sebuah perkawinan tak jarang dijumpai komentar yang meyatakan bahwa “bapak (suami) ini mirip sekali dengan ibu (isteri)”, atau komentar yang sejenis “wajah suami-isteri itu mirip”. Bahkan tak jarang kita dapai ada bahasa atau isyarat khusus di antara suami-isteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh “batuk 3 kali” yang dilakukan seorang isteri atau suami sebagai isyarat tertentu, misalnya agar pembicaraan tentang sesuatu hal kepada orang lain tidak usah diperpanjang, dll. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena di antara mereka telah terbangun kesatuan, kesamaan. Mereka semakin se-hati, se-pikir, se-perasaan, se-ia, se-kata. Singkatnya mereka “menyatu”.   Ketika sungguh menyatu, maka masing-masing akan tahu apa keinginan pasanga...
POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Selasa, 03 Juni 2025 Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a       DOA YESUS UNTUK DUNIA Alb Irawan Dwiatmaja Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Asahan   Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan sebagai martir di Uganda, Afrika. Santo Lwanga dan kawan-kawan harus mengahadapi kekejaman raja Muanga. Raja Muanga merupakan raja yang bejat karena ia memiliki kelainan seks yaitu memuaskan nafsu dengan anak laki-laki. Santo Lwanga mengingatkan kawan-kawannya untuk tidak terjebak dengan bujukan raja Muanga. Raja Muanga mengetahui kalau Santo Lwanga menjadi inspirator pada anak laki-laki untuk tidak terbuai dengan bujukannya. Raha Muanga marah dan ingin membunuh Santo Lwangan dan semua anak laki-laki. Raja Muanga juga tahu kalau Santo Lwanga beragama Kristen. Santo Lwanga mengajak kawan-kawannya untuk tidak gentar pada Raja Muangan sehingga pada akhirnya mereka dibunuh dengan kejam ...
  POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Senin, 16 Juni 2025 Bacaan injil : (Matius 5:38-42)       TENTANG   MENEKANKAN BAGAIMANA YESUS MEMANGGIL KITA UNTUK MELAMPAUI HUKUM PEMBALASAN DAN HIDUP DALAM KASIH TANPA SYARAT. Sabar Martua Simaramata ( Penyuluh Agama Katolik Kota Binjai)             Dalam khotabh dibukit, Yesus berkata, “kamu telah mendengar yang difirmankan : mata Ganti mata dan gigi Ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu.siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak yang mau meminjam darimu.             Nasihat berbunyi kesempatan yang baik ...