Langsung ke konten utama



 


 



 

 

 
POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

Rabu, 09 Juli 2025   

 

Kita Dipanggil Untuk Melayani

F. Sudaryanto, S.Ag

(Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Karo/Kecamatan Kabanjahe)

Mat 10:1-7

 

1. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat  dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 2.Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3. Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4. Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.  5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  6. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7.  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga  sudah dekat.

 

Renungan

Saudara-saudari yang  dikasihi Tuhan, bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengisahkan tentang kebaikan Tuhan untuk umat-Nya. Dalam perjalanan iman kita, seringkali kita menemukan titik-titik persinggungan yang menakjubkan antara narasi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hari ini, mari kita selami dua kisah yang sekilas tampak terpisah jauh; Yusuf di Mesir yang menghadapi kelaparan dahsyat (Kejadian 41:55-57) dan para rasul yang diutus Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah (Matius 10:1-7). Namun, di baliknya tersembunyi sebuah kebenaran iman yang sangat koheren dan relevan bagi kita yakni Kemurahan Allah yang senantiasa hadir di tengah krisis kehidupan manusia, melalui para utusan-Nya.

Seluruh bumi dilanda kelaparan yang begitu hebat hingga “seluruh negeri Mesir menderita kelaparan.” Respon Firaun sangat jelas: “Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu.” Mengapa Yusuf? Karena dialah yang telah diberi hikmat ilahi untuk menafsirkan mimpi dan merencanakan masa depan. Dia adalah instrumen Ilahi yang telah dipersiapkan Tuhan, jauh sebelum kelaparan itu melanda. Yusuf, yang dulunya dibuang dan dipenjara, kini menjadi penyelamat bangsa-bangsa, satu-satunya sumber “roti” yang dapat mempertahankan hidup di tengah krisis universal. Injil berkisah tentang Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk ambil bagian dari misi Yesus, memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit, artinya bahwa para murid diutus untuk memberikan kelegaan bagi yang menderita, termasuk mereka yang sedang mengalami kelaparan, sangat menarik bahwa Yesus mengutus murid-Nya bukan tidak diberi bekal tetapi para murid juga diberi kuasa oleh Yesus. Keterkaitan Bacaan Pertama dan Injil tampak keduanya mengungkapkan pola ilahi yang konsisten. Krisis Universal: baik kelaparan fisik zaman Yusuf maupun penderitaan rohani zaman Yesus menunjukkan adanya krisis yang melanda banyak orang, mengancam eksistensi dan keselamatan. Namun, senantiasa Allah hadir untuk keselamatan umat-Nya.

Sebagai pengikut Kristus, kita juga dipanggil untuk ambil bagian dalam karya keselamatan yang sudah direncanakan oleh Allah sendiri, yaitu melayani dan memberitakan Kerajaan Allah. Kita dipanggil untuk membawa kasih dan persaudaraan kepada orang-orang disekitar kita. Melalui sakramen permandian dan Krisma kita dibekali dengan Roh-Nya. Tuhan juga mengutus kita supaya kita dengan rendah hati mengikuti kehendak-Nya, menjalankan tugas perutusan-nya dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Pertanyaan untuk kita renungkan. Apakah kita siap untuk mengikuti panggilan ini? Apakah kita siap untuk menjalankan panggilan ini melayani Tuhan bagi sesama kita? Marilah kita renungkan panggilan Tuhan untuk para murid-Nya yang juga menjadi panggilan kita sebagai pengikut Yesus.

Doa

Ya Allah, utuslah Roh-Mu yang kudus supaya kami diberi kekuatan untuk mengikuti panggilan Putera-Mu, terlibat aktif ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu kepada orang-orang di sekitar kami, Amin. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAAMA KATOLIK Rabu, 04 Juni 2025 Yoh 17: 11b-19 MENYATU Tri Sujarwadi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Deli Serdang               Dalam sebuah perkawinan tak jarang dijumpai komentar yang meyatakan bahwa “bapak (suami) ini mirip sekali dengan ibu (isteri)”, atau komentar yang sejenis “wajah suami-isteri itu mirip”. Bahkan tak jarang kita dapai ada bahasa atau isyarat khusus di antara suami-isteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh “batuk 3 kali” yang dilakukan seorang isteri atau suami sebagai isyarat tertentu, misalnya agar pembicaraan tentang sesuatu hal kepada orang lain tidak usah diperpanjang, dll. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena di antara mereka telah terbangun kesatuan, kesamaan. Mereka semakin se-hati, se-pikir, se-perasaan, se-ia, se-kata. Singkatnya mereka “menyatu”.   Ketika sungguh menyatu, maka masing-masing akan tahu apa keinginan pasanga...
POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Selasa, 03 Juni 2025 Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a       DOA YESUS UNTUK DUNIA Alb Irawan Dwiatmaja Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Asahan   Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan sebagai martir di Uganda, Afrika. Santo Lwanga dan kawan-kawan harus mengahadapi kekejaman raja Muanga. Raja Muanga merupakan raja yang bejat karena ia memiliki kelainan seks yaitu memuaskan nafsu dengan anak laki-laki. Santo Lwanga mengingatkan kawan-kawannya untuk tidak terjebak dengan bujukan raja Muanga. Raja Muanga mengetahui kalau Santo Lwanga menjadi inspirator pada anak laki-laki untuk tidak terbuai dengan bujukannya. Raha Muanga marah dan ingin membunuh Santo Lwangan dan semua anak laki-laki. Raja Muanga juga tahu kalau Santo Lwanga beragama Kristen. Santo Lwanga mengajak kawan-kawannya untuk tidak gentar pada Raja Muangan sehingga pada akhirnya mereka dibunuh dengan kejam ...
  POJOK RENUNGAN HARIAN PENYULUH AGAMA KATOLIK Senin, 16 Juni 2025 Bacaan injil : (Matius 5:38-42)       TENTANG   MENEKANKAN BAGAIMANA YESUS MEMANGGIL KITA UNTUK MELAMPAUI HUKUM PEMBALASAN DAN HIDUP DALAM KASIH TANPA SYARAT. Sabar Martua Simaramata ( Penyuluh Agama Katolik Kota Binjai)             Dalam khotabh dibukit, Yesus berkata, “kamu telah mendengar yang difirmankan : mata Ganti mata dan gigi Ganti gigi. Namun, Aku berkata kepadamu janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu.siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak yang mau meminjam darimu.             Nasihat berbunyi kesempatan yang baik ...